RPP KTSP SISTEM IMUN KELAS XI SEMESTER 2



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
 (RPP)
                              

SMA                           : SMA N 2 Lalan
Mata Pelajaran            : Biologi
Kelas/Semester            : XI/2
Alokasi Waktu            : 15 menit

A.    Standar Kompetensi
3.         Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas

B.     Kompetensi Dasar
3.8     Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit

C.      Indikator
3.8.1     Menjelaskan mekanisme kekebalan nonspesifik dan spesifik pada sistem imun
3.8.2     Menjelaskan 3 gangguan pada sistem kekebalan tubuh

D.    Tujuan Pembelajaran
3.8.1.1 Setelah mendengarkan penjelasan Guru siswa dapat menjelaskan mekanisme kekebalan non spesifik dan spesifik dengan benar
3.8.2.1 Melalui diskusi kelompok Siswa dapat menjelaskan 3 gangguan pada sistem kekebalan tubuh dengan benar


E.     Materi Pelajaran
Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, sistem pertahanan tubuh digolongkan menjadi dua yaitu pertahanan tubuh spesifik dan nonspesefik.
1.      Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik
Sistem pertahanan tubuh nonspesifik adalah sistem pertahanan tubuh yang tidak membedakan mikroorganisme patogen yang satu dengan yang lainnya, sistem ini merupakan sistem pertahanan pertama terhadap infeksi akibat masuknya mikroorganisme patogen atau benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
a.       Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Eksternal (Permukaan Tubuh)
1)      Pertahanan secara fisik
Pertahanan secara fisik dilakukan oleh lapisan terluar tubuh yaitu kulit dan membran mukosa. Lapisan terluar kulit tersusun atas sel-sel mati yang rapat sehingga menyulitkan bagi mikroorganisme patogen untuk masuk ke dalam tubuh.
2)      Pertahanan secara mekanik
Pertahanan secara mekanik seperti terjadi pada rambut hidung dan silia, rambut hidung bertugas menyaring udara dari partikel-partikel berbahaya maupun dari mikroorganisme yang kurang menguntungkan, sedangkan silia yang terdapat pada trakea berfungsi menyapu partikel-partikel berbahaya yang terperangkap dalam lendir dan keluar bersama air ludah.
3)      Pertahanan secara biologis
Pertahanan secara biologis seperti adanya populasi bakteri yang tidak berbahaya yang terdapat pada permukaan kulit dan membran mukosa, bakteri-bakteri tersebut berkompetisi dengan bakteri patogen dalam memperoleh nutrisi sehingga perkembangan bakteri patogen terhambat.
4)      Pertahanan secara kimia
Pertahanan secara kimia dilakukan oleh cairan sekret seperti keringat dan minyak yang dihasilkan oleh membran mukosa dan kulit yang mengandung zat-zat kimia yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme, sedangkan air liur (saliva), air mata, dan sekresi mukosa mengandung enzim lizosim yang dapat membunuh bakteri, enzim lizosim dapat menguraikan dinding bakteri dan patogen dengan cara hidrolisis sehingga sel pecah dan mati.
b.      Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Internal
1)      Inflamasi
Inflamasi adalah respon tubuh terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan antara lain tergores atau benturan keras. Adanya kerusakan jaringan menyebabkan patogen dan mikroorganisme lainnya dapat masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi sel-sel tubuh.
a)      Jaringan mengalami luka dan merangsang pengeluaran histamin.
b)      Histamin menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah serta peningkatan aliran darah yang menyebabkan permeabilitas pembuluh darah meningkat, hal ini menyebabkan perpindahan sel-sel fagosit (neutrofil, monosit, dan eosinofil).
c)       Sel-sel fagosit kemudian memakan patogen. Setelah infeksi tertanggulangi, neutrofil dan sel-sel fagosit akan mati seiring dengan matinya sel-sel tubuh dan patogen. Sel-sel fagosit yang hidup atau mati serta sel-sel tubuh yang rusak akan membentuk nanah. Inflamasi mencegah infeksi ke jaringan lain serta mempercepat proses penyembuhan.

2.      Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik
Sistem pertahanan tubuh spesifik juga dikenal dengan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh, jika patogen berhasil melewati sistem pertahanan tubuh nonspesifik maka selanjutnya harus berhadapan dengan pertahanan tubuh spesifik. Sistem pertahanan tubuh spesifik adalah pertahanan tubuh terhadap patogen tertentu yang masuk kedalam tubuh.
a.       Struktur Sistem Kekebalan Tubuh. Sistem pertahanan tubuh melibatkan peran limfosit dan antibodi.
1)      Limfosit
a)      Limfosit B (Sel B)
-          Sel B plasma, berfungsi untuk memproduksi antibodi.
-          Sel B pengingat, berfungsi mengingat antigen yang pernah masuk ke dalam tubuh dan menstimulasi sel Limfosit B plasma jika terjadi infeksi kedua.
-          Sel B pembelah, berfungsi membentuk sel B plasma dan sel B pengingat dalam jumlah yang banyak serta cepat.
b)      Sel T
-          Sel T pembunuh (sel T sitotoksik), berfungsi menyerang patogen dan mikroorganisme asing yang masuk ke dalam tubuh, yaitu sel tubuh yang terinfeksi.
-          Sel T pembantu (sel T penolong) berfungsi menstimulasikan pembentukan sel T jenis lainnya serta sel B plasma, serta mengaktifkan dapat mengaktifkan makrofag untuk melakukan fagositosis.
-          Sel T supressor, berfungsi menghentikan respon imun yaitu setelah infeksi berhasil ditanggulangi.
2)      Antibodi
Pada setiap mikroorganisme serta substansi asing yang masuk ke tubuh pada permukaannya terdapat senyawa protein yang berperan sebagai antigen, antigen meliputi molekul yang dimiliki oleh mikroorganisme serta substansi asing tersebut. Antigen yang masuk ke tubuh akan menyerang tubuh untuk membentuk antibodi, antibodi adalah senyawa protein yang berfungsi melawan antigen dengan cara mengikatnya, setelah diikat antigen akan ditangkap dan dihancurkan oleh makrofag. Antibodi bekerja secara spesifik untuk suatu antigen tertentu seperti antibodi cacar hanya cocok untuk antibodi cacar.
Gangguan pada Sistem Kekebalan Tubuh
1.      Alergi
Alergi adalah respon imun yang berlebihan terhadap suatu senyawa yang masuk ke dalam tubuh. Senyawa yang dapat menimbulkan alergi adalah Alergen yang dapat berupa serbuk, debu, bulu hewan, gigitan serangga, serta jenis makanan tertentu. Alergi diawali dengan proses masuknya alergen ke dalam tubuh yang merangsang sel-sel B plasma untuk mensekresikan antibodi yang biasanya dari kelas IgE. Pada awalnya alergen yang masuk ke tubuh tidak akan menimbulkan alergi tapi pada awal alergen yang masuk akan berikatan dengan mastosit. Hal ini menyebabkan ketika alergen untuk kedua kalinya masuk ke dalam tubuh akan terikat pada antibodi IgE yang telah berikatan dengan mastosit, keadaan inilah yang menyebabkan mastosit melepaskan histamin yang memperbesar dan meningkatkan permeabilitas pembuluh darah (inflamasi). Inflamasi menyebabkan timbulnya berbagai gejala alergi seperti bersin, gatal-gatal, pusing, dan kesulitan bernapas.
2.      Autoimunitas
Autoimunitas adalah keadaan dimana sistem kekebalan tubuh membentuk  antibodi untuk menyerang sel-sel tubuh sendiri seolah-olah bukan merupakan bagian dari tubuh. Autoimunitas seringkali disebabkan gagalnya proses pematangan sel T di kelenjar timus atau karena infeksi virus yang terjadi sebelum lahir yang menyerang sistem kekebalan tubuh.
3.      AIDS
AIDS (acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). AIDS sendiri merupakan kumpulan dari berbagai penyakit. AIDS disebabkan virus HIV yang menyerang sel T pembantu yang berfungsi menstimulasi sel T lainnya serta sel B plasma. Ketika virus berhasil menginfeksi sel T virus menggunakan perangkat selnya untuk menggandakan diri setelah itu menembus membran sel kemudian menginfeksi sel T yang lain. Hal ini menyebabkan kemampuan tubuh melawan kuman penyakit menjadi berkurang. Virus HIV yang menyebabkan AIDS dapat menular dari satu orang ke orang lain dengan banyak cara antara lain penggunaan jarum suntik secara bersamaan, transfusi darah dari penderita, serta hubungan seksual. Pada dasarnya penderita AIDS meninggal bukan karena virus HIV yang menyerangnya tapi karena melemahnya kekebalan tubuh maka beberapa penyakit bisa berakibat fatal bagi penderita AIDS, penyakit-penyakit itu seperti TBC, kanker darah, kanker, meningitis, harpes dan berbagai penyakit lainnya.

F.        Metode dan Model Pembelajaran
Model pembelajaran        : Pembelajaran kooperatif tipe word square
Metode pembelajaran      : Diskusi dan ceramah.







G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
No
Kegiatan
Waktu
1.
Kegiatan Awal
ü  Memberi salam dan berdoa
ü  Mengabsen siswa yang tidak hadir
ü  Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi sebelumnya, dengan menanyakan pengertian dari sistem imun (apersepsi)
ü  Guru menyampaikan motivasi kepada siswa dengan menanyakan “Pada musim pancaroba, seseorang ada yang mudah sekali terserang penyakit flu sedang seorang yang lain ada yang jarang sekali terserang penyakit flu, mengapa bisa demikian?
ü  Guru membagi kelompok siswa menjadi 2 kelompok
ü  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
2 menit
2.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
ü  Guru menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh spesifik dan non spesifik
ü  Guru menayangkan video pembelajaran terkait pertahanan tubuh spesifik dan non spesifik
Elaborasi
ü  Guru membagikan lembar kerja siswa
ü  Guru mengarahkan siswa untuk menjawab pertanyaan dan mengarsir kotak sesuai jawaban melalui diskusi kelompok
ü  Guru mengarahkan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan melalui perwakilan kelompok
ü  Guru memberikan point setiap jawaban di dalam kotak
Konfimasi
ü  Guru meluruskan jawaban hasil diskusi jika ada jawaban siswa yang keliru serta memberikan penguatan
10 menit
3.
Kegiatan Penutup
ü  Guru melaksanakan evaluasi kepada siswa dalam bentuk pertanyaan langsung, “apakah perbedaan antara pertahanan tubuh spesifik dan non spesifik?”
ü  Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari
ü  Guru mengkonfirmasi materi yang akan dibahas selanjutnya.

3 menit

H.    Sumber, Media, dan Alat Belajar
Sumber :
·         Faidah, rachmawati. 2009. Biologi SMA/MA Kelas XI Program IPA. Jakarta: BSE Departemen Pendidikan Nasional
·         Lembar Kerja Siswa
Media:
Video pembelajaran
Alat Belajar:
Papan tulis dan spidol

I.       Penilaian
1.      Teknik penilaian
Tes
2.      Instrumen penilaian
Lembar soal essay

KISI-KISI SOAL URAIAN
Indikator
Soal
Jawaban
Bobot
3.8.1  Menjelaskan mekanisme kekebalan nonspesifik dan spesifik pada sistem imun

1.      Mekanisme pertahanan tubuh terdiri dari 2 macam, sebutkan dan jelaskan !
2.      Salah satu bentuk pertahanan tubuh non spesifik ialah kulit, jelaskan bagaimana kulit berperan sebagai sistem pertahanan tubuh non spesifik !
1.      Kekebalan non spesifik yakni daya tahan terhadap berbagai bibit penyakit yang tidak selektif, artinya “tubuh tidak harus mengenal dahulu jenis bibit penyakitnya dan tidak harus memilih hanya satu bibit penyakit tertentu saja untuk dihancurkan”. Sedangkan kekebalan spesifik adalah Jika garis pertama kekebalan tubuh mendapat serbuan maka sel, molekul dan organ dari sistem imun menghasilkan suatu imun yang spesifik untuk melawan agen yang disesuaikan dengan agen penyerang tersebut. Sehingga sistem imun ini akan bekerja untuk melawan bila agen asing menyerang lagi. Contohnya sel B yang menghasilkan antibodi.
2.      Kulit menyekresi zat-zat yang bersifat asam dan minyak yang
dapat menghambat dan membunuh bakteri.
25

























50
3.8.2  Menjelaskan 3 gangguan pada sistem kekebalan tubuh

1.      Sebutkan 3 macam gangguan atau kelainan pada sistem pertahanan tubuh manusia !
1.       
a.       Alergi
b.      Automunitas
c.       AIDS
25













Komentar